Tingginya ai Menaranya..

nampang usai manasik haji kecil

nampang usai manasik haji kecil

Putus Asa

Putus Asa

Di sebuah situs internet diungkapkan kisah fiksi tentang seorang
tentara bernama kopral Yono. Saat itu sekitar jam tujuh malam, ia
duduk melamun. Pandangannya kosong, sembari tangannya mengaduk es
teh. Salah seorang temannya, sebut saja Ricky, tiba-tiba menyambar
minuman yang sedang ia aduk. Tanpa basa-basi, Ricky langsung
menenggak isi gelas itu sampai tak tersisa sedikit pun.

Sebenarnya Ricky hanya bermaksud bercanda. Bukannya marah atau
tersenyum, tetapi Yono justru menangis meraung-raung sambil beruraian
air mata. Kontan reaksi Yono membuat Ricky panik. “Kamu nih cengeng
banget sih? Katanya kamu tentara? Masa sih gara-gara es teh, kamu
nangis keras begitu,” komentar Ricky di antara perasaan kesal dan
bingung.

“Kenapa seharian ini hidupku kok apes terus?” rintih kopral Yono
sambil terus menangis.

“Kamu kenapa? Ceritakan saja, siapa tahu aku bisa menolongmu,” kata
Ricky penuh empati pada karibnya itu.

Baca lebih lanjut

Karakter dan Reputasi

Karakter dan Reputasi

Hubungan antara karakter dan reputasi dijelaskan oleh seorang bernama
John Wooden dengan sangat tepat. Ia mengatakan, “Be more concerned
with your character than your reputation, because your character is
what you really are, while your reputation is merely what others
think you are”. Dengan kata lain, karakter menyangkut innate image
sementara reputasi menyangkut social image. Mengutamakan innate image
ini berarti being true to yourself, jujur terhadap diri sendiri alias
menjadi otentik, yang merupakan jalan satu-satunya untuk dapat
membangun integritas sejati (baca: menjadi manusia yang utuh).

Di era lahirnya––apa yang dengan tepat disebut oleh Yasraf Amir
Piliang sebagai––sebuah dunia yang dilipat (baca: internet), tehnik-
tehnik pencitraan telah menjadi komoditi yang dikonsumsi dengan lahap
oleh siapa saja yang ingin dicitrakan secara positif untuk memperoleh
atau melindungi kepentingan tertentu. Artinya ada upaya untuk
mendahulukan reputasi melalui proses rekayasa yang canggih dan
sistematik, agar citra sosial yang ditampilkan lewat serangkaian
aktivitas public relations dapat membentuk opini publik
tentang “seseorang” atau “sesuatu”. Soal apakah reputasi ciptaan itu
sesuai atau tidak dengan realitas dan kebenaran, menjadi urusan nomor
dua.
Baca lebih lanjut

Saatnya Memperjelas Tujuan Hidup

Saatnya Memperjelas Tujuan Hidup

Tahun baru sudah tiba, kita saling mengucapkan “Selamat Tahun Baru”
banyak harapan kita canangkan untuk menapaki waktu yang ter-sedia
untuk kita jalani, banyak hal yang belum terselesaikan di tahun yang
sudah berlalu harus kita biarkan berlalu, atau harus kita lanjutkan.

Yang jelas awal tahun ini, kita mempunyai harapan untuk melihat
perubahan yang akan terjadi pada semua lini kehidupan kita. Awal
tahun, merupakan saat yang memberi semangat, sebagai awal kita
membuat rencana perubahan baik dalam kehidupan, atau dalam bisnis,
apa pun rencananya.

Kita perlu mempunyai program yang jelas, perencanaan yang matang,
agar terhindar dari kekecewaan dan kekacauan yang akan terjadi.
Membahas sebuah perencanaan hidup, sama halnya seperti seorang
penulis merancang sebuah buku.

Dalam buku itu, kita harus membuat bagian pertama yang dikerjakan
adalah membuat “Daftar Isi Buku” sebagai rencana dasar dari
keseluruhan yang akan kita buat, yang akan kita jalani, dan
rencanakan.

Kegunaan membuat daftar isi buku kehidupan, selain membuat kita
mempunyai tujuan hidup yang jelas. Buku itu akan membantu kita untuk
membuat perubahan, berdasarkan situasi, kondisi, toleransi, pandangan
dan jangkauan yang ada, dan koreksi perbaikan hanya berdasarkan bab
per bab yang mana hal tersebut sedang berlangsung.

Mempunyai jadwal program tujuan yang sudah dirancang, membuat kita
tidak terlalu jauh dan terlalu berputar-putar tanpa arah tujuan.
Sebab, perjalanan hidup bisa saja mengala- mi perubahan-perubahan
drastis.

Eugene Raudsepp konsultan dari Amerika mengatakan: “salah satu
gangguan untuk sukses, kita merasa salah waktu untuk sukses!” Di mana
kita menjadi ragu-ragu untuk memulai atau mempercayai kemampuan kita
sendiri, maka penting kita berusaha membuat tujuan hidup yang jelas.

Jika kita mau dan berani membuat “Daftar Isi Buku” kehidupan kita
sedini mungkin, bisa lebih dipastikan langkah kita lebih teratur
mengikuti alur daftar yang kita buat. Perlu diingat, secara logika,
tidak mungkin kita berjalan kaku mengikuti daftar isi tersebut
sepanjang hidup kita, sebab kehidupan berjalan bukanlah seumpama
sebuah skenario film yang dirancang menurut apa yang kita mau.

Menjalani hidup yang mempunyai tujuan yang jelas, tentu saja sangat
berguna membantu, ketika kita terjebak pada situasi, di mana dua kaki
terpentang di atas dua pijakan berlawanan arah yang semakin menjauhi.
Hal ini membuat kita bingung menentukan, pijakan mana harus kita
lepaskan, pijakan mana yang harus kita pertahankan, apa pun yang kita
putuskan menentukan, agar kita tidak terjatuh karena kita kehilangan
pijakan.

Mengubah atau Diubah

Penulis sependapat dengan tutur Mark Achbar, sutradara asal Kanada,
beliau berpendapat di mata hukum, seorang manusia sebenarnya memiliki
kedudukan yang sama dengan sebuah perusahaan. Dia memiliki hak-hak,
bisa memiliki properti, dan memiliki kekuasaan, mengubah dan diubah,
hal yang banyak menjebak, adalah seseorang sangat takut dengan
perubahan.

Maka ketika didapat situasi di mana dia harus masuk ke dalam nuansa
yang berubah, kondisi kejiwaan menjadi labil, dan membuatnya
frustrasi. Perubahan itu mutlak dilakukan, jika situasi sekarang yang
terjadi tidak lagi sama dengan situasi yang diharapkan.

Untuk menjebatani antara dua situasi sebelum ada dan setelah terjadi
perubahan tersebut, maka kita senantiasa ada dalam proses perubahan,
di mana kerelaan untuk dirubah dan mengalami perubahan harus
dipahami, dan diantisipasi kemungkinan-kemungkinan, reaksi-reaksi
yang akan terjadi.

Dengan mencari keseimbangan untuk kebersamaan, tertolong untuk
membuat antara tujuan dari perubahan (yang seperti apa) dan cara
mengisinya (yang bagai- mana) terjadi dalam keharmonisan.

Dari sudut humanisme inspirasi perubahan, James Salam memberikan
arahan pada buku Basis Manajemennya “Berinspirasi Menuju kesuksesan”.
Dia menegaskan elemen-elemen dasar seseorang untuk mampu membangun
dirinya dalam iklim perubahan yang sangat cepat berubah ini, adalah
tiga bagian, yaitu individual, sosial dan budaya.

Individual yang (telah) berkembang, bertumbuh, mendapat kepercayaan
diri, menghargai diri, mengrealisasikan semua elemen-elemen ini pada
diri manusia. Sebagian dari perkembangan, itu sebagai otonom dalam
arti membuat undang-undang perubahan oleh dan untuk diri sendiri.
Kata lain membuat moral sendiri.

Otonomi bisa diartikan dalam kebebebasan negatif dan positif, jadi
kebebasan untuk memikir sendiri tanpa tekanan atau paksaan. Kebebasan
positif berkembang dari visi kehidupan yang baik.

Jadi kapan kita berbuat sesuatu disertai dengan emosi yang kuat.
Untuk mengerjakan atau membuat sesuatu, ini memberikan kita makna
atau hidup dalam memberikan tujuan yang mempunyai visi dalam
pertanyaan dan arti dalam hidup.

Perkembangan visi hidup kita menghargai kekuatan jiwa manusia, pada
kekuatan arti “pengalaman dari dalam memberikan penghargaan”. Ini
mengenai emosional yang kuat terhadap kehidupan itu sendiri. Sumber
dari inspirasi itu dari sosial lingkungan. Ini mengenai persahabatan,
cinta perhatian, perasaan terlibat pada orang lain dan orang lain
juga begitu pada kita. Proses perubahan, harus melibatkan semua
unsur.

Orang lain juga bisa sebagai sumber dari inspirasi karena mereka
membuat sesuatu dengan kita. Emosional dan sosial digerakkan, bukan
hanya ingat kebahagiaan sendiri, tetapi juga kesejahteraan pada orang
lain dan merasa bertanggung jawab. Artinya berusaha keras ke
humanisme di mana semua orang merasa diterima untuk mengubah dan
diubah.

Kita hidup di negara yang kaya dengan budaya, beragam gaya hidup.
Karenanya, kita dapat kesempatan untuk mengenal budaya lain Jadi
lewat budaya kita bisa mendapat kontak dengan ide-ide fantasi.

Budaya bukan hanya dapat dari warisan, tetapi ini juga terus menerus
di ciptakan, diinterpretasikan disesuaikan dan dikembangkan. Budaya
sangat berkaitan dengan kreativitas, keindahan, fantasi, inspirasi,
pengalaman hidup dan seni.

Maka penting sebagai orangtua mulai mengenalkan pada anak-anak kita
untuk belajar membuat program tujuan hidup, dan bagi pembaca yang
sampai saat ini masih tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas,
mulailah sekarang juga buat daftar isi buku kehidupan anda, buatlah
bab demi bab yang jelas, sambutlah tahun baru dengan sikap optimistis.

Orang yang sukses, bukan berarti orang yang tidak pernah mengalami
kegagalan, tetapi sebagai orang yang mampu bertahan ketika kegagalan
dialami, jangan takut menghadapi risiko, anggaplah ri- siko sebagai
kesempatan untuk kita belajar menjadi berani!

Kita akan mampu menjalankan peran dalam kehidupan ini, jika kita
mampu menyadari bahwa kemarin adalah sejarah pengalaman, hari esok
fantasi untuk kita bervisualisasi, tetapi hari ini adalah kepunyaan
kita, sebagai karunia yang harus disyukuri. Sebab, kita punya
kesempatan untuk melanjutkan hidup ini, berkembang menuju hal yang
lebih baik.

Sumber: Saatnya Memperjelas Tujuan Hidup oleh Lianny Hendranata

Foto Faiz dan Azzam

dsc04852

Bentar,  Azzam mau belajar komputer dulu yah..

dsc04848

Habis dari pulang kondangan

dsc04887

Foto Bersama kakak Miftah

dsc04838

deuw gayanya..

dsc04836

Faiz Nampang di Depan Rumah

dsc04900

Dd Azzam main ke Stadion Sempaja

Di Islamic Center SAMARINDA

p1020449

p10204551

p10204521